Pada suatu hari aku akan berada di
hadapanmu, menundukan kepala seraya bersyukur atas hadirmu yang lama aku
nanti. Mungkin akan terlihat tetes air mata yang mengalir melewati
pipiku, itu adalah air mata kebagaiaan. Berada di sampingmu saat itu,
menggenggam tanganmu dengan erat agar jarak tak memberikan sekat pada
kita lagi. Karena cukuplah rindu ini sampai di sini, jangan pernah ada
rindu-rindu yang lain lagi. Percayalah, mungkin aku tidak akan mampu.
Dear jodoh, maafkan aku yang belum bisa menemukanmu. Mungkin diri ini
belum pantas untuk bisa bersanding denganmu, sehingga waktu masih
menyembunyikanmu dalam harap. Biarkanlah doa-doa kita yang terus
mengalir dalam rindu, agar kita bisa saling menemukan dalam ridhonya.
Aku masih menunggumu bersama seribu tanya tentang siapa dan kapan. Jika
kau tau, sendiri itu sungguh melelahkan. Lelah mencari alasan kenapa aku
masih setia menunggumu, karena tidak pernah ada jaminan kau akan datang
meminangku.
Maafkan aku yang sekarang sedang berusaha, menjadi sosok yang akan
mendampingimu suatu saat nanti. Walau pada akhirnya kita akan bertemu
dengan kesimpulan saling melengkapi dalam kekurangan. Bukan mencari
kelebihan dan mengunggulkan diri.
Bahagia yang nanti akan kita usahakan bersama, bersamamu lah semua
episode itu di mulai. Dan sekarang aku masih belum bisa menemukanmu.
Belum tau bagaimana sosok dan rupamu, bagaimana kehidupanmu sekarang,
dan apakah kau siap untuk sebuah kehidupa yang mana ada namaku di
dalamnya.
Temukan aku dalam setiap doa dan harapmu. Carilah aku dalam kehidupan nyatamu, dan hatimu akan menunjukan siapa diruku. jodohku
jomloo.com
