Saat kita memutuskan untuk
bersama, secara tidak langsung kita menyodorkan diri untuk bertanggung
jawab terhadap banyak hal. Saling menjaga hati dan perasaan yang kita
punya, menyelaraskan isi kepala agar kaki terus berjalan beriringan,
serta menguatkan bahu untuk menjadi tempat bersandar satu sama lain
ketika penat akan hidup yang semakin berat.
Bersama orang sepertiku, mungkin itu tak mudah. Banyak waktu kepalaku
diliputi ego yang tinggi, banyak waktu hatiku mengeras membenarkan apa
yang kupikir itu benar, banyak waktu di mana aku, tanpa sadar,
menyakitimu.
Bersama orang sepertimu pun bagiku tak mudah. Kamu, adalah satu jilid
buku tentang ilmu sabar yang tak habis-habis kupelajari. Kamu tempatku
belajar mencintai dengan tulus tanpa mengharap imbalan.
Terima kasih kamu sudah bersedia berjuang bersamaku.
Kebersamaan kita memang tak mudah, kita pun sadar itu sejak awal. Tapi bukankah dari dulu, kita memilih untuk tak menyerah?
Atas segala cobaan yang menghadang kita di tengah jalan, atas segala
distraksi yang membuat kita sejenak berpaling dari satu sama lain, aku
mengucap terima kasih. Karena itu semua aku berhasil menyadari bahwa
kita punya sesuatu yang lebih besar dari segala rintangan yang pernah
ada, kita punya sesuatu yang lebih berharga, kita punya sesuatu yang
kuat menjaga langkah kita. Sesuatu itu adalah cinta.
Terima kasih, atas kesediaanmu untuk bersamaku memperjuangkan kita.
bintang.com
